KENDAL – Meluapnya Sungai Blukar di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (15/1/2017) malam merendam rumah warga di Kendal, Jawa Tengah dan membuat puluhan rumah terancam longsor.
Banjir menyebabkan tanggul sungai tergerus sehingga bibir sungai melebar ke permukiman dan membuat 21 rumah masuk kategori kritis longsor.
Kepala Desa Sojomerto Ahmad Mawardi merinci, 21 rumah itu tersebar di tiga dusun. Yakni 10 rumah di Dusun Klantung, 4 rumah di Dusun Karanggantung dan 7 rumah di Dusun Karanganyar. Posisi rumah sudah berada di tepian sungai. Bahkan, sebagian telah longsor.
Kondisi itu disebabkan banjir yang menerjang semalam. “Banjir air bercampur lumpur semalam setinggi 70 sentimeter, arusnya cukup deras,” ujar Mawardi, Senin (16/1/2017), seperti dilansir metrotvnews.
Menurutnya, rumah-rumah itu harus segera direlokasi. Salah seorang pemilik rumah kritis longsor, Khumaedi, 40, warga Dukuh Klantung RT 6 RW 5 Desa Sojomerto, mengaku tidak tahu harus pindah ke mana. Sebab, dia tak punya tanah di lokasi lain.
“Jarak sungai dengan rumah tinggal setengah meter. Tetap bertahan karena tidak punya lahan lain,” katanya. Sepuluh tetangganya yang berada di tepian sungai dan kritis, katanya, sudah pindah.
Camat Gemuh M Fatoni saat berkunjung ke lokasi bencana banjir bandang mengatakan akan berkoordinasi dengan PSDA (Pengairan Sumber Daya Air) Jawa Tengah agar melakukan normalisasi Sungai Blukar, khususnya di Desa Sojomerto.
“Aliran sungainya sudah melenceng dari aslinya karena terdapat pendangkalan di beberapa tempat sehingga harus dikembalikan ke aliran aslinya,” kata Toni. Normalisasi akan dilakukan saat kemarau tiba.





