39 Prajurit Diberangkatkan Bantu Evakuasi WNI di Sudan

TNI mengirim sejumlah prajurit dari pasukan elite Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara demi menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) saat mereka dievakuasi dari Sudan untuk dipulangkan ke Tanah Air, Senin (24/4/2023). (Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

JAKARTA – Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan 39 prajurit untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak dalam konflik bersenjata di Sudan, Senin (24/4/2023)

Dalam apel di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Laksamana Yudo memerintahkan para prajurit untuk menjalankan tugas sesuai prosedur dan menjaga nama baik Indonesia sebagai duta bangsa.

Dia juga mengingatkan bahwa misi penjemputan WNI di Sudan adalah tugas mulia dan kehormatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Tugas penjemputan WNI ke Sudan adalah tugas mulia sekaligus kehormatan yang harus kalian laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Ingatlah kalian tidak hanya mewakili TNI tetapi juga sebagai duta bangsa Indonesia,” kata Panglima ke para prajurit yang tergabung dalam Tim Evakuasi WNI di Sudan.

Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI sudah melakukan beberapa misi penjemputan WNI di daerah konflik, seperti di Afghanistan dan Ukraina, sehingga dia meminta para prajurit untuk mengambil pengalaman dari misi-misi tersebut sebagai bekal dan evaluasi.

“Untuk itu, saya minta jadikan pengalaman kedua misi tersebut sebagai bekal dan evaluasi agar misi yang akan kalian laksanakan dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Laksamana Yudo.

Laksamana Yudo memberikan tiga instruksi penting kepada Tim Evakuasi, yaitu menjadikan keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama, selalu fokus pada misi dan patuhi semua prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta identifikasi semua risiko dan laksanakan tindakan mitigasi yang komprehensif.

Instruksi kedua, Laksamana Yudo memerintahkan Tim Evakuasi untuk berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, khususnya perwakilan Indonesia di Sudan, termasuk Atase Pertahanan Indonesia di Sudan.

“Yakinkan kalian mendapatkan informasi terkini sehingga dapat melakukan tugas dengan baik. Selalu aware (waspada, red.) dan update terhadap situasi dan kondisi di lapangan,” tutur Laksamana Yudo.

Instruksi terakhir yang diberikan oleh Panglima, dia meminta para prajurit bekerja profesional.

“Tunjukkan kalian prajurit TNI yang profesional dan terlatih. Kalian harus bersikap tegas, tetapi humanis dalam menjalankan tugas,” ujar dia.

Yudo juga memberikan penghargaan pada seluruh prajurit yang siap ditugaskan ke daerah konflik meskipun sedang dalam suasana libur Hari Raya Idul Fitri.

“Selaku pimpinan TNI saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi pada seluruh prajurit atas kesiapsiagaan kalian sehingga menjawab panggilan tugas meskipun suasana libur Idul Fitri. Saya bangga dan menaruh rasa hormat kepada kalian,” kata Yudo.

Konflik bersenjata pecah di Sudan pada Sabtu (22/4/2023) antara tentara (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Ketegangan mulai muncul saat ada upaya melebur RSF menjadi bagian dari tentara Sudan.

Pertempuran terjadi sebagian besar di ibu kota Sudan, Khartoum, dan meluas ke wilayah sekitar. Setidaknya 100 lebih orang dilaporkan meninggal dunia, dan ribuan warga luka-luka akibat konflik bersenjata itu.

Di Sudan, Kementerian Luar Negeri mencatat ada 1.209 WNI yang menetap, dan sebagian besar dari mereka adalah pelajar dan mahasiswa.

Sumber: Antara

Advertisement