JAKARTA – Rumput liar itu tercabut dari tanah, lalu ditumpuk menjadi satu di sudut TPU. Usai gulma dibabat habis kondisi pemakaman pun terlihat indah, bebas dari rumput liar dan ilalang. ketika ada jenazah yang hendak dikebumikan, lagi-lagi Wahyu harus bersiap diri mempersiapkan dan membersihkan segalanya.
itu lah dia pekerjaan Wahyu kini, bagi kakek berusia 78 tahun itu bekerja menjadi petugas kebersihan TPU merupakan pekerjaan mulia sekaligus ibadah. kendati fisik tak sempurna namun semangatnya membabat rumput liar tak pernah surut. Kedua Kaki dan tangan Wahyu tumbuh tak sempurna, namun hal tersebut tak membuatnya putus asa dalam meyambung hidup.
Sebagai petugas kebersihan pemakaman pendapatan Wahyu tak seberapa. ia hanya diberi upah Rp 100 ribu setiap bulan. Menurut akun Instagram @Cakbudi_ yang memposting kehidupan Wahyu, uang tersebut harus cukup guna menafkahi istri. Nasib ke tiga anaknya pun tak jauh lebih baik dari Wahyu.
di hari tuanya, Kakek yang tinggal di Rt 02, Rw 01, Kampung Cicibener, Desa Nagreg, Kabupaten Bandung itu tak muluk-muluk. Ia hanya ingin beternak kambing. dalam unggahannya @Cakbudi_ juga menampilkan video dalam bentuk rentetan foto Wahyu selagi beraktifitas. Hingga hari ini veideo tersebut sedikitnya telah disukai oleh 30.953 netizen dan lebih dari 300 komentar positif.
Berikut video dari akun instagram @Cakbudi_ yang menampilkan potret kehidupan Wahyu :





