GUNUNG KIDUL – Banyaknya upaya bunuh diri membuat pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta lebih mengintensifkan Satuan Tugas Berani Hidup yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu.
“Satgas Berani Hidup sudah ada dan akan kami tingkatkan komitmennya. Masyarakatnya juga harus ditingkatkan peran sertanya dalam mencegah bunuh diri,” kata Bupati Gunung Kidul, Badingah, di Gunung Kidul, Rabu (1/2/2017).
Di Gunung Kidul juga jumlah dokter kesehatan jiwa diakui masih kurang. Saat ini, baru ada satu orang di RSUD Wonosari. Tetapi untuk dokter yang ada di puskesmas sudah dilatih mengenai penanganan kesehatan jiwa.
Pada Januari 2016, sudah ada enam kasus bunuh diri terbaru dan itu semuanya dengan cara gantung diri. Kasus terakhir bunuh diri di Dusun Bejono RT04/RW04, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, dengan korban bernama Suwandi (49), pada Selasa (31/1/2017) dini hari.
Pada 2016 tercatat 28 orang tewas, dan tiga orang melakukan percobaan bunuh diri. Angka kasus bunuh diri di Gunung Kidul rata-rata 25 orang pertahun. Untuk data tertinggi kasus bunuh diri ada di 2012, yakni mencapai angka 39 orang.
Kemudian jumlah itu turun pada 2013 menjadi 29 kasus. Tahun berikutnya, yaitu 2014 kembali turun menjadi 19 kasus dan 2015 naik lagi menjdi 31 kasus bunuh diri. Demikian dikutip dari Antara.