MEDAN – Sedikitnya 4.703 keluarga di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang menggenangi wilayah empat kecamatan yaitu Tanjungpura, Secanggang, Hinai, dan Stabat.
Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat Irwan Syahri mengatakan, “Banjir yang terjadi di wilayah Langkat ini karena curah hujan yang cukup tinggi dan meluapnya beberapa sungai diantaranya Sei Batang Serangan,” katanya, Rabu (21/9/2016) dikutip dari Antara.
Ia mengungkapkan banjir terparah terjadi di Kecamatan Tanjungpura di mana rumah 3.562 keluarga terendam banjir di 10 desa yaitu Kelurahan Pekan Tanjungpura, Pekubuan, Lalang, Pantai Cermin, Paya Perupuk, Teluk Bakung, Pematang Cengal Barat, Baja Kuning, Pulau Banyak, Pematang Serai.
Selain itu di Kecamatan Secanggang sebanyak 251 rumah juga terendam banjir, meliputi di Desa Perkotaan, Karang Gading, Karang Anyar, Selotong, lalu di kecamatan Hinai ada sebanyak 480 rumah juga terendam banjir di Desa Cempa dan Desa Batu Malenggang.
Termasuk juga di kecamatan Stabat ibukota Kabupaten Langkat ada 410 rumah yang terendam banjir yaitu di Desa Pantai Gemi dan beberapa desa lainnya.
Berbagai upaya sekarang ini sudah dilakukan para warga maupun pemerintah kecamatan dan desa setempat agar air bisa surut seperti dengan memompa air, melakukan penutupan pintu klep dan memasang benteng-benteng dari goni.
BPBD juga sudah mengirimkan air bersih bekerja sama dengan PDAM Tirta Wampu Langkat kepada para pengungsi untuk bisa dimamfaatkan oleh mereka selama dalam pengungsian.





