LEMBATA – Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Thomas Ola Langodai mengatakan korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 21 orang.
Sementara sebanyak 44 warga masih hilang dan kemungkinan masih bertambah. Thomas mengatakan pencarian korban masih cukup terkendala akibat listrik dan akses internet mati total, meskipun akses transportasi mulai bisa digunakan perlahan.
“Fasilitas publik memang sangat dibutuhkan, air bersih baik untuk konsumsi maupun mandi, cuci dan sebagainya. Di Ile Ape dan SMPN Negeri 1 Ile Ape Timur itu masih sangat sulit karena belum bisa hilirisasi kendaraan,” ujarnya, dilansir CNNIndonesia.
Thomas mengakui bahwa Kabupaten Lembata kerap dihadang bencana tanah longsor akibat struktur tanah mereka. Namun, menurutnya bencana banjir bandang ini pertama kalinya terjadi di Lembata.





