JAKARTA, KBKNEWS.id – Polisi mengungkap temuan awal penyebab ambruknya tribun VIP pada ajang Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di Kompleks GOR Satria Purwokerto, Banyumas.
Insiden yang terjadi saat penutupan acara itu membuat 90 penonton harus mendapatkan penanganan medis.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan aksi sejumlah drifter yang melempar kaus ke arah tribun VIP diduga memicu penonton berebut merchandise.
Kondisi tersebut menyebabkan penonton berdesakan dan berpindah-pindah posisi sehingga beban pada tribun nonpermanen menjadi tidak seimbang.
“Terjadi desak-desakan dan pergeseran. Pelemparan kaus dilakukan lebih dari satu kali sehingga tribun bergoyang dan akhirnya roboh,” kata Petrus, Senin (27/7).
Meski demikian, Petrus menegaskan temuan tersebut masih bersifat sementara. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami seluruh faktor yang diduga menjadi penyebab ambruknya tribun.
Menurut Petrus, tribun tersebut memiliki kapasitas hingga 250 orang dan sebelumnya telah digunakan sejak Sabtu tanpa mengalami kendala.
Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara kegiatan agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, terutama penggunaan tribun nonpermanen.
Sebelumnya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut jumlah korban luka mencapai 75 orang. Namun, berdasarkan keterangan resmi penyelenggara melalui akun Instagram @speedfest.id, jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis bertambah menjadi 90 orang.
Dalam proses penanganan, lebih dari 20 ambulans dikerahkan dan para korban dirawat di 11 rumah sakit.
Hingga kini, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya tribun pada ajang Kejurnas Drift tersebut.




