5 Mitos dan Fakta Seputar Eksim

JAKARTA – Dermatitis atopik atau eksim adalah kondisi di mana kulit mengalami gatal, peradangan, kemerahan, dan menjadi kasar. Beberapa jenis eksim dapat menyebabkan lecet dan luka.

Eksim termasuk dalam kategori dermatitis, yaitu peradangan kulit yang tidak menular. Kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, tanpa memandang usia atau gaya hidup.

Menurut Dr. Sushil Tahiliani, seorang konsultan dermatologi dari Rumah Sakit Hinduja, India, sekitar tiga hingga empat persen penderita dermatitis atopik tidak menyadari kondisi mereka dan pilihan pengobatan yang tersedia.

“Sungguh menyedihkan melihat begitu banyak orang yang kebutuhannya tidak terpenuhi dalam mengelola penyakit ini,” katanya dalam wawancara dengan Hindustan Times yang disiarkan Selasa (22/10/2024).

Dia menyebutkan bahwa terapi baru yang lebih terarah kini sudah tersedia untuk memperbaiki kondisi kulit dan kualitas hidup penderita. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang penting diketahui terkait dermatitis atopik:

1. Mitos: Eksim Menular

Faktanya, Eksim adalah kondisi genetik dan tidak menular. Penyakit ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, yang menyebabkan gatal dan kekeringan pada kulit. Faktor lingkungan dapat memicu atau memperburuk gejalanya.

2. Mitos: Anak Bisa Sembuh Total dari Eksim

Meskipun beberapa anak mengalami perbaikan gejala seiring bertambahnya usia, tidak semua kasus akan sembuh sepenuhnya. Perawatan kulit dan tindakan pencegahan tetap penting untuk mengurangi kekambuhan.

3. Mitos: Semua Orang Memiliki Pemicu Eksim

Pemicu kambuhnya Eksim berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada faktor seperti sensitivitas kulit dan stres. Diagnosis profesional dan rencana perawatan yang dipersonalisasi diperlukan untuk mengelola kondisi ini.

4. Mitos: Eksim Hanya Masalah Kulit

Eksim bukan hanya masalah kulit; kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Gatal dan ketidaknyamanan yang terus-menerus bisa menyebabkan stres, kecemasan, bahkan depresi.

Penelitian juga menunjukkan penderita dermatitis atopik lebih rentan terhadap masalah kesehatan lainnya seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

5. Mitos: Pengobatan Rumahan Bisa Sembuhkan Eksim

Eksim memerlukan pengobatan jangka panjang dan penilaian medis yang menyeluruh. Pengobatan rumahan dapat membantu, namun tidak boleh menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi ini. Pemeriksaan rutin dan mengikuti petunjuk dokter sangat penting untuk pengendalian yang efektif.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here