GAZA – Warga Gaza mengungkapkan keprihatinan atas keretakan Qatar dengan beberapa negara Arab yang dapat mempengaruhi bantuan ke wilayah miskin.
Jan Egeland, sekretaris jenderal Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan bahwa Qatar sangat penting sebagai investor di Gaza dan sebagai kontributor proyek infrastruktur di sana. Dia menambahkan Qatar adalah salah satu kontributor terbesar bantuan ke wilayah Palestina.
Dukungan Qatar hadir dalam bentuk proyek kemanusiaan untuk memperbaiki kehidupan dua juta orang di Gaza, yang berada di bawah blokade Israel-Mesir.
Seperti membangun sebuah kompleks perumahan bagi ribuan keluarga, membuka jalan-jalan utama di Gaza, membangun sebuah rumah sakit dan mendanai rekonstruksi ratusan rumah yang hancur atau rusak dalam perang 50 hari dengan Israel pada tahun 2014.
Kini dengan krisis yang menjulang di antara Qatar dan tetangganya di Arab, warga di Gaza cemas kehidupannya akan lebih buruk lagi.
“Jika ini terjadi, Qatar tidak menarik dukungannya, ini akan sangat mempengaruhi rakyat Gaza, terutama karena Qatar adalah pemodal besar proyek rekonstruksi setelah perang dan kerja amal,” kata Ahmed Rezeq, 25, seorang pengusaha kepada Al Jazeera, Rabu (7/6/2017).
Dia mengatakan bahwa pada akhirnya, orang-orang di Gaza harus membayarnya karena konflik.
Namun Sara Thabit Dogmash, 23, seorang peneliti di Pusat Demokrasi Palestina dan Resolusi Konflik, sementara mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia yakin Qatar akan terus mendukung penduduk Gaza.
“Ini adalah negara terkaya di dunia, secara ekonomi dan politik kuat, tidak ada oposisi dalam negeri. Qatar mendukung negara dan masyarakat di seluruh dunia Arab.” ujarnya.





