ISIS Diduga Rencanakan Strategi Besar untuk Kuasai Marawi

Kondisi Marawi saat ini/ EPA
FILIPINA – Seorang pejabat di Filipina mengatakan gerilyawan Maute yang terkunci dalam pertempuran perkotaan dengan tentara di Filipina selatan telah merencanakan rencana lebih besar, setelah munculnya sebuah video yang menunjukkan pemimpin mereka dalam sebuah pertemuan strategi rahasia.

Juru bicara militer Restituto Padilla mengatakan, “Memang ada rencana yang lebih besar dan bisa menimbulkan malapetaka lagi.” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer saat pengepungan dimulai. Dia memperingatkan pada hari Sabtu, “Saya tidak akan ragu untuk menggunakan setiap kekuatan yang ada. Ini akan berakhir dalam waktu sekitar tiga hari. ” ujarnya.

Namun militan terus menguasai Marawi meski Angkatan Darat Filipina memasuki kota tersebut.

Senator Filipina mengatakan anggota majelis tinggi pekan lalu menunjukkan video militan membuat rencana mereka, dimana salinannya diperoleh Reuters pada hari Rabu (7/6/2017).

Dalam video tersebut, Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok pemberontak Abu Sayyaf yang diproklamirkan oleh ISIS tahun lalu berada duduk di atas meja tengah merencanakan strategi besar.

Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan hadiah hingga $ 5 juta untuk penangkapannya. Hapilon telah membentuk aliansi dengan kelompok Maute, merancang taktik yang cerdas.

Senator JV Ejercito  menanggapi rencana besar tersebut, “Jelas bahwa para teroris, kelompok Maute, tujuan akhir mereka adalah membuat Marawi  agar berdiri sendiri, atau untuk memisahkan diri dari republik ini,” ujarnya.

Advertisement