528 Tewas Akibat Kolera di Kongo

Ilustrasi Anak-anak korban wabah kolera di Yaman ditangani dokter di salah satu RS (tempo.com)

KONGO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 500 orang telah meninggal akibat epidemi kolera di Republik Demokratik Kongo.

Wabah penyakit yang ditularkan melalui air merebak di Kongo, terutama karena sanitasi yang buruk dan kurangnya akses terhadap air minum bersih.

Tapi epidemi tahun ini, yang telah mencapai setidaknya 10 daerah perkotaan termasuk ibu kota Kinshasa, sangat mengkhawatirkan karena sekitar 1,4 juta orang telah mengungsi karena kekerasan di wilayah Kasai tengah.

WHO mengatakan setidaknya 528 orang telah meninggal dan epidemi tersebut telah menyebar ke 20 dari 26 provinsi di Kongo.

“Risiko penyebaran tetap sangat tinggi ke arah wilayah Grand Kasai, di mana kondisi sanitasi dan keamanan yang terdegradasi semakin meningkatkan kerentanan dalam menghadapi epidemi ini,” WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Minggu (10/9/2017).

Sejauh ini, petugas kesehatan telah mencatat lebih dari 24.000 kasus penyakit yang dicurigai di negara tersebut pada tahun ini, rata-rata lebih dari 1.500 kasus baru per minggu sejak akhir Juli.

WHO mengirimkan tim ahli termasuk ahli epidemiologi dan spesialis kesehatan masyarakat ke Kongo bulan ini dalam upaya untuk mengatasi penyebaran penyakit ini.

Advertisement