GAZA – Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB mengatakan 58.000 orang mengungsi akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Jumlah baru tersebut menunjukkan penambahan setidaknya 20.000 orang sejak PBB melaporkan 38.000 pengungsi di Gaza pada Senin kemarin.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan 47.000 orang mencari perlindungan di 58 sekolah yang dikelola PBB di seluruh Gaza di tengah serangan Israel yang terus berlangsung yang terus menargetkan infrastruktur sipil pada Senin malam.
Dujarric mengatakan serangan itu juga menghantam laboratorium tes Covid-19 di Gaza dan fasilitas kesehatan dan kemanusiaan lainnya.
“Akan ada kebutuhan besar untuk rekonstruksi infrastruktur yang hancur di Gaza. Rakyat Palestina akan membutuhkan bantuan komunitas internasional, bantuan finansial dari komunitas internasional. Kami akan terlibat di dalamnya sebanyak yang kami bisa,” imbuh dia.
Israel telah mengizinkan lusinan truk bahan bakar UNRWA ke Gaza, tetapi terus memblokir pengiriman kargo kemanusiaan penting lainnya, ujar Dujarric.
“Selama situasi keamanan memungkinkan, PBB bersama dengan mitranya menyediakan bantuan makanan dan non-makanan untuk keluarga yang terlantar, dan bantuan tunai segera kepada lebih dari 56.000 orang,” tukas dia, dilansir Anadolu.





