SUMENEP – Sebanyak 59 Desa di Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami kekeringan berdasarkan hasil pemetaan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Sekretaris BPBD Sumenep Abdul Kadir menjelaskan hasil pemetaan daerah kekeringan terbaru itu sudah ditetapkan sebagai lokasi rawan bencana kekeringan dan menjadi objek pendistribusian air bersih untuk warga.
Sebanyak 59 desa rawan kekeringan itu, lanjutnya, tersebar di 19 kecamatan yakni di 10 kecamatan daratan dan sembilan kecamatan di kepulauan.
Sesuai hasil pemetaan BPBD Sumenep, kata dia, status 59 desa rawan kekeringan terbagi dua yakni tujuh daerah kering kritis dan 52 kering langka.
“Kami sudah mengajukan tambahan pendistribusian air bersih sebanyak 120 tangki lagi, karena ada tambahan jumlah daerah kekeringan di Sumenep,” ujar Abdul Kadir, dikutip Antara.
Sebelumnya BPBD Sumenep mengalokasikan pendistribusian air bersih sekitar 300 tangki berkapasitas enam ribu liter air, dengan asumsi jumlah daerah kekeringan sebanyak 51 desa.
Sumenep terdiri atas 334 desa/kelurahan di 27 kecamatan dengan rincian 18 kecamatan di daratan dan sembilan di kepulauan.





