6.000 Warga Purbalingga Masih Buta Huruf

ilustrasi

PURBALINGGA – Sekitar empat persen atau sebanyak 6.000 orang warga Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah masih buta huruf atau tidak bisa membaca dan menulis. Rata-rata pendidikan sekolah rata-rata warga kabupaten tersebut hanya 7,6 tahun.

Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Bupati Purbalingga Tasdi, karena menurutnya meski rata-rata yang buta huruf adalah orang tua, namun kondisi demikian berpengaruh besar terhadap nilai indeks pembangunan manusia (IPM)Purbalingga saat ini menempati urutan 26 dari 35 kabupaten/kota Se-Jateng.

Menurut Tasdi, ada tiga variabel yang mempengaruhi rendahnya IPM Purbalingga. Antara lain karena waktu pendidikan sekolah warga Purbalingga rata-rata hanya 7,6 tahun atau hanya lulus sekolah dasar. Jadi rata-rata pendidikan orang Purbalingga cuma lulus SD ditambah satu tahun enam bulan.

“Kita sudah seringa gembar-gembor, wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun atau 12 tahun tapi kenyataanya bagaimana. Kenyataanya sampai hari ini orang Purbalingga sekolahnya rata-rata hanya 7,6 tahun,” tegasnya, dilansir PR, Kamis (3/11/2016).

Dari semua warga yang sekolah mulai SD hingga Strata 2 dengan yang tidak sekolah, jika dirata-rata warga Purbalingga yang hanya mengenyam pendidikan selama 7,6 tahun. Bahkan diantaranya ada yang tidak dapat membaca dan menulis totalnya sampai empat persen, buta huruf.

Bidang lain yang berpengaruh terhadap menurunya IPM Purbalingga adalah kesehatan dan perekonomian. Untuk bidang kesehatan, angka harapan hidup manusia di Purbalingga juga menurun yang tadinya usia harapan hidup sekitar 72 tahun, masyarakat Purbalingga sekarang hanya 71 tahun, hal tersebut juga menjadi pengaruh rendahnya IPM Kabupaten Purbalingga. Di bidang ekonomi pendapatan per kapita Purbalingga ternyata kurang lebih hanya Rp1 juta.

Advertisement