Zimbabwe, “sementara” Dikuasai Militer

Mugabe semasa memerintah Zimbabwe

BERITA megejutkan muncul dari Zimbabwe, salah satu negeri di benua Afrika mengenai aksi militer menahan Presiden Robert Gabriel Mugabe dari partai penguasa, ZANU-PF yang sudah berkuasa sejak 1980.

Petinggi militer negara itu, Mayjen Sibusiso Moyo dalam pernyatan di stasiun TV setempat, Zimbabwe Broadcasting Station, Rabu (15/11) menyebutkan bahwa aksi yang dilancarkan bukan lah pengambilalihan kekuasaan.

Menurut dia, pihak militer dalam gerakan itu hanya bermaksud untuk memulihkan ketertiban dengan menyasar sejumlah pejabat  di lingkungan Presiden Mugabe.

Moyo menyatakan, militer bertanggungjawab untuk menjamin keamanan Mugabe yang ditahan bersama isterinya, Grace di suatu lokasi yang dirahasiakan. .

“Begitu misi selesai, kami akan kembalikan ke situasi normal dan seluruh pasukan akan kembali ke barak, “ ujarnya.

Seraya mengingatkan, setiap bentuk provokasi akan dibalas dengan tindakan setimpal, pihak militer juga meminta jemaat gereja berdoa bagi keamanan negeri dan mendesak agar satuan militer yang tidak terlibat dalam gerakan itu bekerjasama.

Sejauh ini situasi keamanan di ibukota, Harare dilaporkan tenang, hanya terdengar beberapa kali letusan senjata, Selasa malam (14/11), sementara kendaraan militer lalu-lalang di jalan-jalan utama kota.

Dari isu yang beredar disebutkan satuan militer telah melucuti sejumlah pejabat polisi, menguasai senjata-senjata serta mengawasi akses jalan menuju barak-barak mereka.

Rumor mengenai kemungkinan kudeta sudah beredar Selasa lalu (14/11) setelah Panglima AB Zimbabwe Jenderal Constantino Chiwenga berselisih dengan Presiden Mugabe terkait pemecatan Wapres Emmerson Mnanggagwa dan penangkapan sejumlah politisi Partai Zanu-PF.

Sementara itu, Presiden Jacob Zuma Afrika Selatan – negara tetangga di selatan Zimbabwe – berharap agar pihak militer menghormati konstitusi agar situasi tidak berkembang semakin memburuk.

Zuma juga mengaku telah berkomunikasi dengan Mugabe dan menyebutkan mitra kerjanya itu dalam kondisi baik dan berada di kediamannya pasca pegambilalihan kendali pemerintahan oleh pihak militer.

Mugabe yang saat ini sudah memasuki usia 93 tahun adalah pemimpin negara yang paling lama berkuasa dan dianggap sebagai pejuang anti kolonial yang mampu mengusir penjajah, Inggeris dan menggantikan pemerintah minoritas kulit putih pada 1980.

Mugabe pernah dihadang Gerakan Perubahan Demokrasi pimpinan  Morgan Tsvangirai ,  namun ia mengundurkan diri dari putaran kedua akibat tewasnya 27.000 pendukungnya dalam aksi kekerasan di tengah kampanye Pemilu 2008.

Partai Zanu-PF menolak aksi sepihak yang dilakukan militer terhadap Mugabe tersebut dan menganggapnya sebagai penghianatan oleh pihak militer.

Apakah pihak militer benar-benar akan mengembalikan kekuasaan kembali ke tangan Mugabe seperti janji yang mereka ucapkan?  Entahlah! (AFP/AP/Reuters/ns)

 

 

 

 

Advertisement