CHICAGO – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang akan meningkatkan ketegangan.
Menghadiri salah satu pertemuan Muslim terbesar di Chicago, Erdogan menyebut resolusi PBB terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah sebuah kemenangan.
“Kemenangan yang kita dapatkan atas masalah Yerusalem adalah indikator dari banyak hal yang dapat kita capai bersama melalui solidaritas,” ujarnya.
“Kemenangan ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa ada nilai yang tidak bisa dibeli dengan uang. Pemerasan dan ancaman sebelum pemungutan suara sia-sia,” tambahnya.
Ia pun meminta AS dan Israel untuk belajar dari pemungutan suara dalam sidang Majelis Umum PBB terkait pengakuan Yerusalem tersebut. Sebanyak 128 negara menolak pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sementara yang mendukung kebijakan itu hanya 9 negara -termasuk AS serta Israel- dan 35 negara lainnya memilih abstain.
“Kami meminta pemerintah Amerika dan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang bisa meningkatkan ketegangan. Itu karena Yerusalem terlalu berharga untuk menjadi korban demi kepentingan kita sendiri,” tandasnya, dikutip Anadolu.





