SURABAYA – Indeks risiko bencana yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyebut sekitar 70 persen dari 38 kabupaten/kota di Jatim berisiko tinggi terjadi bencana alam.
“70 persen dari 38 kabupaten/kota di Jatim berisiko tinggi terjadi bencana alam,” terang Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa, pada wartawan di Surabaya, Senin (24/10/2016).
Ditambahkannya, untuk tingkat nasional ada 323 daerah berpotensi terjadi bencana alam. Ats hal ini pihaknya menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak dalam melakukan penguatan layanan pada masyarakat ketika terjadi bencana alam maupun sosial, salah satunya adalah GP Ansor.
“Tentu kita tidak ingin terjadi bencana yang sampai menjadi masalah di masyarakat. Untuk itu, kita telah bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam menanggulangi masalah ini, salah satunya dengan Ansor,” ucapnya, dikutip dari Okezone.
Kemensos juga sudah menyiapkan kampung siaga bencana dan sistem peringatan dini atau ‘early warning system’. Selain itu, juga diperkuat pemetaan sehingga masyarakat di daerah rawan bencana terbangun mentalitas “living harmony with the disaster”.
Hal tersebut menurut Khofifah sudah komunikasikan pada warga yang rumahnya berada di lereng gunung dan tepi sungai, bahwa daerah itu rawan terjadi bencana seperti longsor dan banjir.
Ketika terjadi bencana alam, diharapkan mereka sudah siap untuk menyelamatkan diri. Di daerah-daerah yang berpotensi terjadi bencana alam, juga harus membangun system peringatan. Supaya masyarakat tahu ketika bencana akan datang.





