
BOGOR – Sebanyak 71 warga Kelurahan Cipaku, Kota Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal. Satu orang di antaranya meninggal dunia.
Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Diana, menjelaskan bahwa 71 orang tersebut terdiri dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua, dengan rentang usia 1 tahun hingga 69 tahun.
“Menurut indikasi dari dokter, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang langsung melakukan pengecekan mengindikasikan bahwa penyebabnya adalah makanan. Namun, makanan apa yang menjadi penyebabnya masih belum diketahui dan masih dalam pemeriksaan Dinkes,” ujar Diana, di Kota Bogor, Senin (3/6/2024).
Diana menambahkan, beberapa korban dirawat di Puskesmas Cipaku, Rumah Sakit Melania, Rumah Sakit Umi, dan Rumah Sakit Yuliana.
“Alhamdulillah, yang lainnya sudah pulang dan sehat,” katanya.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan pihaknya pada Senin sore menerima laporan dari Puskesmas Cipaku tentang peningkatan kasus pasien dengan gejala serupa, yaitu diare, muntah, dan nyeri perut.
“Hampir bersamaan, 50 orang datang ke Puskesmas. Kami mencurigai ini setelah melakukan wawancara dan analisis, karena ada riwayat yang sama,” kata Retno.
Setelah dilakukan analisis, berdasarkan informasi dari para pasien, pada Sabtu (1/6/2024) puluhan warga tersebut makan makanan dari acara haul salah satu warga yang meninggal di RW 12, Kelurahan Cipaku.
“Sampai saat ini, kami memperbarui data, ada 71 pasien dengan gejala yang sama,” ujarnya.
Dari Puskesmas Cipaku, Retno menyebutkan, delapan orang di antaranya dirujuk ke RS Juliana, Melania, dan Umi. Salah seorang pasien yang dirujuk ke RS Juliana dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB.
“Pasien yang dirujuk ke RS Juliana sempat berobat ke Cipaku, kami memberikan pertolongan dan dirujuk. Pada pukul 16.00 WIB, kami menerima kabar bahwa satu pasien meninggal. Kami sedang berkoordinasi dengan rumah sakit mengenai penyebab kematiannya,” pungkas Retno.




