Hoaks! Kapolri Tutup Kasus Pembunuhan Vina

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Divisi Humas Polri)

JAKARTA – Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dikabarkan menghentikan penyelidikan kasus pembunuhan Vina dan teman lelakinya, Muhammad Rizky atau Eky.

Pada awalnya, pembunuhan Vina dan Eky diduga sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016.

Namun, setelah melihat kondisi jenazah Vina dan Eky serta menemukan sejumlah kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi merevisi dugaan tersebut menjadi kasus pembunuhan.

Setelah delapan tahun berlalu, insiden tragis itu diadaptasi menjadi film. Kasusnya kembali mencuat, bahkan terjadi penangkapan tersangka baru.

Di tengah hiruk-pikuk pengungkapan pembunuhan Vina, beredar kabar mengenai penghentian kasus oleh Kapolri. Informasi ini dibagikan pada 2 Juni 2024, melalui cuitan seorang pengguna X dengan hampir 100 ribu pengikut.

Pengguna lain menanggapi bahwa kasus Vina ditutup karena kepolisian telah menemui jalan buntu dalam mengungkap kejadian tersebut.

“Berita terbaru Kapolri menutup kasus pembunuhan EKY dan VINA biadab,” demikian isi keterangan dalam cuitan X yang sudah dilihat hingga 504 ribu kali sampai Senin.

Jadi, benarkah kasus pembunuhan Vina dihentikan oleh Kapolri?

Keputusan Kapolri mengenai penutupan kasus Vina tidak benar. Tidak ada informasi valid yang mendukung narasi tersebut. Penyelidikan kasus Vina dipastikan tetap berlanjut.

Bahkan, salah satu saksi telah dijadwalkan hadir di Mapolda Jawa Barat pada Senin (3/6/2024). Saksi tersebut adalah kakak kandung dari tersangka Pegi Setiawan.

Jika kasus pembunuhan Vina dihentikan pada Minggu, seharusnya pada Senin tidak ada lagi jadwal pemanggilan saksi.

Penghentian kasus Vina oleh Kapolri juga dirasa tidak tepat karena Presiden Jokowi telah memerintahkan Kapolri untuk melakukan penyelidikan secara terbuka dan transparan.

Presiden meminta agar tidak ada yang perlu ditutupi terhadap berjalannya proses hukum kasus Vina.

“Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kalau ada,” kata Presiden Jokowi pada 30 Mei 2024.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here