BANDUNG — Sekitar 72 mahasiswa aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Jawa Barat, DKI, dan Banten mengikuti Cordofa Leadership Camp (CLC) Batch II yang diselenggarakan oleh Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).
Menurut Ahmad Fauzi Qosim selaku Head of Cordofa, kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kerelawanan di kalangan para pelajar, mensyiarkan pemahaman Zakat – Infaq – Sedekah – Wakaf (ZISWAF), dan menguatkan jaringan dakwah.
“Melalui Cordofa Leadership Camp, berharap dapat membentuk kerelawanan pada mahasiswa aktivis dakwah. Dapat memberikan pemahaman dakwah ZISWAF di kalangan kampus. Serta menguatkan jaringan dakwah mereka, bukan hanya sekadar di lingkungan pendidikan namun bisa merambah lebih luas,” tutur Fauzi Qosim.
Cordofa Leadership Camp (CLC) Batch II terselenggara selama empat hari, mulai dari tanggal 10-14 Maret 2017, di kawasan Lembang, Bandung, dengan mengusung tema “Satu dalam Dakwah, Harmoni dalam Langkah.”
Para peserta dibekali materi dan pelatihan seperti Kepemimpinan dalam Islam, Diskusi Negarawan Muslim, Filantropi Islam dan Manajemen Dakwah, Nilai-Nilai Kemanusiaan (Dompet Dhuafa), Fiqih Ikhtilaf, Menyikapi Perbedaan dalam Islam, Spiritualitas Dai, Asa Kerelawanan, First Aid, Trauma Healing, serta Social Entrepreneur dan Community Development.
Para peserta pun dihadapkan dalam ketangguhan seorang dai melalui rangkaian longmarch atau melakukan perjalanan di alam bebas selama semalam penuh sembari muhasabah diri. Dai-dai muda Cordofa juga dituntut belajar dari kearifan lokal, guna memahami masalah yang tengah terjadi di masyarakat dan mendiskusikan solusi.
“Dai muda Cordofa harus dapat menguatkan aktivitas dakwah Bil Hal, bukan hanya mensyiarkan nilai-nilai agama secara lisan, tapi bisa memberdayakan masyarakat atau menjadi problem solver. Dengan demikian masyarakat dapat merasakan kehadiran mereka. Semoga CLC ini melahirkan tidak hanya kuat dan semangat di dunia kampus, tapi bisa melakukan aksi nyata dalam masyarakat,” tambah Fauzi Qosim.
Sejumlah peserta yang mengikuti pelatihan kepemimpinan dai ini mengaku mendapatkan berbagai manfaat dan mulai memahami tujuan hidup bagi seorang muslim, salah satunya Elisnasari perwakilan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
“Setelah mengikuti CLC, banyak sekali ilmu yang bermanfaat khususnya menmbuat diri saya menjadi lebih mandiri dan memahami apa arti tujuan hidup bagi seorang muslim. Ke depan, semoga saya dapat mengaplikasikan ilmu ini di kampus dan menjadi muslim negarawan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” tutur Elisnasari, aktivis dakwah kampus Baabussalam Untirta.
Hal senada disampaikan oleh Irfan dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Huriyyah IPB. (Cordofa/Rachmat)





