JAKARTA (KBK) – Perusahaan Twitter sedang mempertimbangkan menarik bayaran dari pelanggannya setelah 11 tahun memberikan layanan gratis.
Alasan Twitter untuk menarik bayaran ini, karena sejak 11 tahun memberikan layanan gratis, perusahaan ini belum meraih pendepatan yang signifikan dari iklan. Berbeda dengan media sosial lainnya yang meraup keuntungan besar dari iklan, seperti Facebook salahsatunya.
Wacana Twitter berbayar itu disampaikan pihak Perusahaan Twitter, Kamis, (23/3/2017), Twitter berniat mengenakan biaya berlangganan dari beberapa pengguna untuk pertama kalinya.
Namun pelayanan twitter berbayar yang akan diujudkan melalui layanan antara muka populer, TweetDeck. Layanan berbayar ini ditujukan untuk para profesional.
Dikatakan perusahaan, seperti kebanyakan perusahaan media sosial lainnya, Twitter sejak didirikan 11 tahun yang lalu telah fokus membangun basis pengguna yang besar untuk layanan gratis yang didukung oleh iklan. Bulan lalu itu dilaporkan, Twitter memiliki 319 juta pengguna di seluruh dunia.
Tapi tidak seperti operator medsos lain seperti Facebook Inc (FB.O), Twitter telah gagal meraih pendapatan dari iklan. Meskipun Twitter banyak meraih keuntungan popularitas saat kampanye Presiden AS Donald Trump dan selebriti lainnya yang membuat jaringan dengan media Twitter itu.
Seperti dilaporkan Reuters, Twitter sedang melakukan survei untuk menilai minat baru, versi yang lebih disempurnakan dari TweetDeck.





