KONGO – Kementerian kesehatan mengatakan wabah kolera telah membunuh 770 orang di Republik Demokratik Kongo dalam tiga bulan terakhir.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (6/11/2017), kementerian tersebut menambahkan bahwa 21 dari 26 provinsi di negara tersebut telah terjangkit kasus kolera.
“Sejak awal wabah kolera pada bulan Juli 2017 sampai 30 Oktober, tim yang melawan kolera dan penyakit diare lainnya telah mencatat 40.100 kasus yang dicurigai dan 771 kematian,” kata pernyataan tersebut, dikutip Anadolu.
Tim program eliminasi kolera nasional, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB, terus menghadapi banyak tantangan di lapangan.
WHO pada 9 September membunyikan alarm tentang wabah kolera di Republik Demokratik Kongo yang membunuh orang-orang dalam apa yang disebut proporsi yang mengkhawatirkan.
Karena kebersihan yang buruk di kebanyakan komunitas di negara ini, penyakit ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama, dengan banyak kasus terlihat setiap tahun.





