BALIKPAPAN – Sebanyak 780 warga yang terkena dampak tumpahan minyak yang berasal dari kilang milik perusahaan di Balikpapan, Kalimantan Timur sudah mendapat santunan dariĀ PT Pertamina (Persero).
Tumpahan minyak tersebut terjadi pada 31 Maret 2018 silam, di mana pipa Refinery Unit V di perairan Balikpapan milik Pertamina patah setelah dihantam Kapal Tanker MV Ever Judger.
Manajer Health, Safety, Security, and Environment Pertamina Oky Wibisono mengatakan santunan itu baru mencapai 55,7 persen dari total 1.400 warga terdampak. Pemberian santunan khususnya diberikan bagi nelayan yang kehilangan harui berlayarnya.
Oky menjelaskan sisa santunan ditargetkan selesai semua sampai Desember.
Ia melanjutkan, saat ini Pertamina akan melakukan proses pemulihan di wilayah yang terdampak. Namun Pertamina perlu mengantongi Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memuat metode pembersihan lingkungan.
Penanggulangan pertama dilakukan Pertamina yakni dengan pembersihan secara bertahap, lalu hasilnya dianalisis kembali. “Kalau masih di atas nilai ambang batas aman, maka kami akan lakukan lagi pembersihan,” tambah Oky.
Salah satu warga Kampung Atas Air Margasari, Balikpapan Asiah mengaku sempat mengalami gangguan kesehatan setelah pipa minyak Pertamina patah dan berimbas pada infiltrasi gumpalan-gumpalan minyak ke wilayah perkampungannya. Hanya saja, kondisi itu langsung ditanggapi Pertamina.
“Pertamina dibantu warga segera membersihkan minyak yang masuk ke kolong-kolong rumah kami. Mereka (Pertamina) juga menyediakan pengobatan gratis untuk warga di gasebo kelurahan,” jelasnya, dikutip CNN Indonesia, Minggu (25/11/2018).





