ACEH – Seorang nelayan telah menyelamatkan 79 Rohingya yang terdampar di lepas pantai pulau Sumatra pada Jumat (20/4/2018).
Kejadian ini menjadi yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada awal April, nelayan di provinsi Aceh menyelamatkan lima pengungsi Rohingya.
Kepala Polisi Bireuen Ajun Komisaris Riza Yulianto mengatakan pada hari Sabtu (21/4/2018) bahwa Rohingya yang diselamatkan terdiri dari 44 pria, 27 wanita dan delapan anak -dan dievakuasi oleh nelayan di pantai Kuala Raja di kabupaten Bireuen Aceh dari sebuah kapal yang terapung-apung selama seminggu terakhir.
“Mereka kebanyakan dalam keadaan lemah dan sakit karena kekurangan air dan makanan,” kata Yulianto.
Dia mengatakan, sebagaimana dilansir detik, mereka telah memasuki perairan Thailand dan Malaysia tetapi diusir oleh pihak berwenang kedua negara, menambahkan tujuan mereka adalah untuk menemukan pekerjaan yang layak dan tempat yang aman setelah dianiaya di Myanmar.
Yulianto mengatakan pemerintah lokal dan agen imigrasi sekarang memberikan bantuan kepada para pengungsi dan merekam identitas mereka.
Dia mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Kedutaan Besar Myanmar mengenai nasib mereka.




