BENGKULU – Akibat kemarau panjang dan kekeringan yang melanda sejak Maret 2015, terjadi penurunan produktivitas padi di Bengkulu 50 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu Matriani Amran, Kamis, (8/10/2015).
Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu mencatat penurunan produksi lahan padi hingga 50 persen sepanjang Januari hingga Oktober 2015.
“Dalam kondisi normal antara enam sampai sembilan ton per hektare turun menjadi tiga sampai empat ton per hektare,” terang Matriani.
Ditambahkannya, hasil tanam petani awal 2015 jadi tidak maksimal. Setelah itu petani tidak bisa tanam padi karena kekeringan..
Selama musim kering, ia mengatakan, lahan sawah Bengkulu yang luasnya 800 hektare tidak mendapatkan pengairan memadai karena air Sungai Muara Bangkahulu tidak bisa sampai ke sawah-sawah petani.
“Kemarau ini, debit air sungai berkurang. Jadi semakin tidak menjangkau sawah,” katanya.
Dinas Pertanian Kota Bengkulu sedang berupaya membangun saluran irigasi baru untuk mengairi sawah selama musim kering karena khawatir warga akan mengalihfungsikan sawah-sawah yang kekeringan menjadi arena pembangunan properti.




