TEPI BARAT – Enam tawanan Palestina, di antaranya anak-anak, menceritakan detail-detail mengerikan penyiksaan dan intimidasi yang mereka alami setelah mereka ditangkap dan ditahan pasukan penjajah Israel di Tepi Barat, hingga mematahkan gigi salah seorang dari mereka.
Hal tersebut terungkap saat pengacara dari Klub Tawanan Palestina Jacqueline Fararjeh mengunjungi para tawanan Palestina di penjara barak militer Israel “Etzion” pada Rabu (7/10/2015) malam dan mendokumentasikan kesaksian mereka.
Mengutip dari kesaksian tiga bersaudara Qashi (16), Adi (21) dan Abdullah Musalimah (22), dari Beit Awa di propinsi Hebron, Fararjeh mengatakan bahwa pasukan yang terdiri dari 20 serdadu dari pasukan Israel menghadang jalan mereka saat kembali ke rumah pada hari Selasa (6/1/2015). Pasukan Israel langsung mengancurkan kaca mobil yang dikendarainya dengan popor senjata sehingga dua orang di dalamnya terluka akibat terkena pecahan kaca dan ujung senjata di wajahnya.
Abdullah, kakak tertua dari ketiganya, mengatakan bahwa militer Israel menggiring mereka ke permukiman Yahudi terdekat dan mereka bertiga mendekam di sana selama 16 jam dalam keadaan kedua kaki dan tangan terikat. Mereka tidak boleh makan dan minum. Para serdadu memukili dan mengumpat mereka sepanjang waktu sampai mereka dibawa ke polisi Israel di Keryat Arba dan dari sana mereka dibawa ke penjara Etzion.
Fararjeh menegaskan bawha tanda-tanda pukulan parah, bengkat dan perubahan warna kulit nampak jelas pada tawanan Abdullah. Dia juga kehilangan beberapa giginya akibat pemukulan keras yang dilakukan pasukan Israel.
Fararjeh menjelaskan, para sipir penjara Israel menghadirkan tawanan Yusuf Ahmad (22), untuk kunjungan ini, di dalam kondisi sulit dan dipapah oleh dua orang dari sipir penjara. Dia digiring pasukan Israel dari rumahnya di Beit Amr di propinsi Hebron pada Rabu (7/10/2015) pagi. Dia dipaksa berjalan jauh hingga ke barak militer Karem Tzur sambil dipukuli dan diseret di atas batu-batu, sehingga menyebabkan luka di betis kirinya dan mengalami kesulitan untuk berjalan.
Dalam konteks terkait, Fararjeh menyatakan bahwa enam serdadu Israel menyerang tawanan Mahmud Muhammad Misy’al (17) asal kota Jericho dengan pukulan keras saat dia berangkat kerja pada Selasa pagi. Pasukan Israel juga menyerang remaja Bilal Khatib (15) asal Yata dengan pukulan keras sebelum ditangkap.
Fararjeh menyatakan bahwa para tawanan tersebut akan diajukan ke pengadilan militer di Ofer hari ini. Mereka dalam kondisi sangat sulit di penjara Etzion. Mereka mengadukan buruknya makanan baik kualitas maupun kuantitas, mereka tidak disediakan baju dan selimut. – PIP




