11 Juta Anak Filipina Beresiko Terinfeksi Polio, Pemerintah Tetapkan KLB Polio

Ilustrasi/ Reuters

FILIPINA – Pemerintah Filipina menyatakan negaranya alami Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio setelah 19 tahun polio ‘menghilang’ dari negara tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kasus polio di Filipina dinilai tidak terduga karena negara itu tidak masuk dalam daftar negara berisiko polio, dan kasus polio pertama di Filipina dikonfirmasi pada pertengahan bulan lalu.

Dilansir Aljazeera, Kepala Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Filipina, mengatakan sebanyak 11 juta anak-anak balita di Filipina kini sedang menghadapi risiko kecacatan yang tinggi dan bahkan kematian karena virus tersebut.

Perwakilan WHO dari Filipina Rabindra Abeyasinghe mengatakan, sejauh ini hanya 40 persen anak di bawah usia lima tahun yang telah menerima vaksin polio melalui suntikan.

KLB polio menjadi darurat kesehatan ketiga yang terjadi di Filipina sepanjang tahun ini. Pada bulan Februari, wabah campak juga melanda negara itu, sekitar 477 kematian akibat campak yang sebagian besar terjadi pada anak-anak terjadi pada Mei 2019.

Wabah demam berdarah juga menginfeksi 271.480 warga sejak bulan Januari hingga 31 Agustus 2019 dan menewaskan sedikitnya 1.107 orang.

Advertisement