PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya telah meminta pihak Polda Jabar untuk menindak tegas pelaku pertambangan yang telah menimbulkan longsoran batu di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (8/10/2019).
“Tadi saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolda (Jabar), saya perintahkan untuk segera menindak tegas. Mungkin ada izinnya mungkin tidak. Kalau ada izinnya, prosedur keamanannya pasti tidak diperhatikan,” ungkapnya, yang akrab disapa Emil, dilansir Ayobandung.com.
Dirinya menyebut, hal tersebut adalah kecerobohan sekalipun perusahaan yang mengoperasikan pertambangan, PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS), telah mengantongi izin.
“Karena saya lihat videonya itu batu sebesar-besar mobil, sebesar motor menghancurkan rumah, alhamdulillah tidak ada yang meninggal. Kalau kejadian ini adalah kecerobohan pidana,” jelasnya.
Dirinya mengatakan, akan melakukan evaluasi terkait kejadian tersebut agar tidak terulang kembali di Purwakarta maupun daerah lainnya. Emil, sapaan akrabnya, menyebut hujan batu tersebut sebagai kejadian luar biasa.
Diberitakan sebelumnya longsoran batu sebeasar 200 ton sempat menghebohkan warga karena menimpa 7 rumah dan satu sekolah.
Kejadian yang direkam melalui ponsel oleh salah seorang warga tersebut mengundang sejumlah reaksi dari masyarakat maupun pejabat publik.





