NEW YORK—Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon meminta penyelidikan “segera dan tidak memihak” terkait serangan udara di sebuah pasar di Yaman. Serangan itu menewaskan sedikitnya 32 warga sipil.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan juru bicaranya, Ban mengecam keras serangan udara di pasar Khaleq di timur laut Sanaa. Demikian dikutip dari Xinhua, Senin (29/2/2016). Korban tewas dalam insiden ini lebih tinggi dibnanding bom tunggal sejak September 2015 lalu.
Pengeboman ini konon dilakukan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Selain 32 tewas, 41 lainnya mengalami luka berat. Xinhua dalam mengutip laporan lainnya bahwa korban tewas ada 45 orang.
“Sekretaris Jenderal prihatin dengan serangan udara yang intensif dan pertempuran darat di Yaman,” tukas Ban dalam keterangan pers-nya.




