SOMALIA – Sebanyak 2,6 juta orang di Somalia telah mengungsi di tengah ketidakamanan, dan potenis kekeringan hingga banjir, setelah dilanda konflik yang berkepanjangan.
Badan migrasi PBB (IOM) dalam sebuah laporan pada Selasa (22/10/2019) mengatakan Somalia selama hampir tiga dekade berada dalam pergolakan konflik; sekarang berada dalam kekeringan yang membuat warganya kekurangan pangan.
“Pemindahan paksa di Somalia pada paruh pertama tahun ini, terutama karena “rasa tidak aman, kekeringan dan banjir,” kata laporan IOM.
“Saat ini total 2,6 juta orang tetap mengungsi di dalam negeri,” tambah laporan itu.
Lebih lanjut dikatakan bahwa sekitar 5,4 juta orang dari 15 juta yang tinggal di negara itu diperkirakan sebagai rawan pangan, sementara sekitar 2,2 juta dari populasi hidup dalam “kondisi kerawanan pangan akut yang parah.
Laporan itu mengatakan lebih dari setengah populasi di Somalia hidup dalam kemiskinan, “dengan tingkat kemiskinan tertinggi ditemukan di permukiman pengungsian.”
Sebagian besar karena konflik yang berkepanjangan, Somalia juga memiliki populasi pengungsi yang cukup besar di luar negeri, hampir 900.000, menurut Laporan Global UNHCR yang dikeluarkan pada Juni 2019.
Somalia terjerumus perang saudara pada 1991 setelah penggulingan mendiang Presiden Mohamed Siad Barre dan sejak itu tetap berada dalam cengkeraman kekerasan berkala.





