CIPUTAT – Dambaan setiap orang untuk memiliki buah hati yang sempurna, begitu juga dengan keluarga Ali Rahmat Nasution (46) dan istrinya Ita Anita (45). Namun takdir berkata lain, anak ketiganya Muhammad Akbar Nasution (1) terlahir tanpa bola mata. Akbar lahir di Jakarta pada tanggal 09 Oktober 2018 di salah satu Rumah Sakit dengan operasi cesar karena kandungan lebih dari 9 bulan.
“Dari lahir sudah tidak ada bola matanya pak” ujar Ali kepada tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten.
Sejak umur 2 bulan Akbar harus berhenti minum air susu ibu (ASI) ekslusif karena selalu tersedak setiap kali menyusui dan harus bolak balik masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit, hingga akhirnya dokter menyarankan untuk memasang selang untuk asupan nutrisinya dan sampai saat ini Akbar hanya bisa menerima makanan melalui selang tersebut.
“Umur 2 bulan anak saya (Akbar) sudah berhenti menyusui, karena selalu tersedak pak. Dokter menyarankan untuk dipasang selang pak, buat nutrisinya dia. Sampe sekarang setiap makan lewat selang itu pak” kata Ali.
Bapak Ali Rahmat dan keluarga tinggal dirumah kontrakanya di Lenteng Agung RT 03/05 Jagakarsa Jakarta Selatan. Sehari-hari bapak Ali bekerja sebagai supir taxi, sedangkan isterinya sebagai ibu rumah tangga.
Tim RDK mendapatkan informasi tentang kondisi Akbar. Saat ini Akbar sedang dirawat di PICU RSUD Pasar Minggu karena demam tinggi, hingga keluar darah dari hidung, gula darahnya juga tinggi dan trombositnya rendah. Kondisi tersebut mengharuskan Akbar dirawat intensif.
Tim RDK hanya bisa bertemu dengan ibunya karena tidak diperbolehkan masuk keruang perawatan. Ita Anita bercerita kondisi Akbar sejak lahir hingga kondisinya saat ini. Awalnya saat Akbar setelah lahir pihak RS menyarankan untuk transplantasi bola mata di RS Singapura, namun dengan biaya yang sangat mahal, hingga keluarga masih merasa keberatan dan harus mengubur sementara waktu untuk memberikan yang terbaik untuk Akbar.
“Disuruh transplantasi bola mata pak di RS Singapura, tapi ya gimana pak, ga ada biayanya pak. Nunggu sampai ada bantuan dulu pak paling baru bisa lanjutin pengobatan anak saya” terang Ita kepada Tim RDK.
Akbar juga menderita kelainan ditelinganya sehingga harus memiliki Alat Bantu Dengar yang tidak tercover dengan BPJS. Sang ibu berharap ada keajaiban untuk Akbar untuk dapat memiliki Alat Bantu Dengar tersebut, karena selain mata, pendengaran pun menjadi indera yang sangat penting dimana saat ini Akbar butuh alat tersebut untuk terapi dan tumbuh kembangnya. (Git)





