WASHINGTON DC – Pemrintahan Presiden AS Donald Trump telah menjatuhkan sanksi pada lima otoritas Venezuela sebagai bagian dari upaya terbaru Washington untuk menekan Presiden Venezuela yang terpilih secara sah Nicolas Maduro agar segera mundur.
Departemen Keuangan AS pada Selasa (5/11/2019) menuduh lima warga Venezuela, termasuk pejabat keamanan dan tokoh-tokoh politik, yang dikaitkan dengan kekerasan terhadap pengunjuk rasa oposisi dan korupsi di bawah pemerintahan Maduro.
“Departemen Keuangan mengidentifikasi pejabat tingkat tinggi yang bertindak atas nama rezim yang menindas mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang terus terlibat dalam tingkat korupsi yang mengerikan dan pelanggaran hak asasi manusia,” ungkap Menteri Keuangan Steven Mnuchin.
Di antara lima pejabat yang terkena sanksi adalah Remigio Ceballos Ichaso, pejabat operasional tertinggi di angkatan bersenjata Venezuela, Jose Adelino Ornelas Ferreira, sekretaris jenderal Dewan Pertahanan Nasional dan Carlos Alberto Calderon Chirinos, seorang pejabat intelijen senior.
Sanksi itu akan membekukan aset apa pun yang dimiliki para pejabat di Amerika Serikat dan melarang warga AS melakukan bisnis dengan mereka.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membela langkah Washington pada hari Selasa dan mengklaim bahwa, “Rakyat Venezuela menderita kebrutalan, kekerasan dan penindasan di tangan intelijen, keamanan, dan angkatan bersenjata.”
Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan itu “menunjukkan komitmen berkelanjutan Amerika Serikat untuk mempertahankan tekanan maksimum pada bekas rezim Maduro” untuk membantu memastikan apa yang ia klaim sebagai “transisi demokratis di Venezuela.”
Amerika Serikat telah memberlakukan banyak putaran sanksi terhadap Venezuela setelah krisis politik dan ekonomi di negara itu.
Pemerintah AS telah memberikan hampir 100 juta kepada oposisi Venezuela untuk membantunya melanjutkan protesnya terhadap pemerintah Presiden Nicolas Maduro.





