JAKARTA (KBK) – Halal value chance merupakan salah satu alasan mengembangkan halal tourism di Indonesia. Menurut Dwianto selaku Deputi Direktur Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia, BI perlu bersentuhan dengan wisata halal mengingat adanya prospek perputaran ekonomi dari permintaan dan penawaran dari masyarakat.
Dari sisi permintaan akan BI siap memberikan edukasi, promosi dan sosialisasi sedangkan dari penawaran, BI berkewajiban memberikan layanan dalam bentuk barang dan jasa yang halal. Pada sektor keuangan, BI membantu dengan membangun sistem pembayaran yang mudah, berula payment system sehingga kebutuhan turis akan terpenuhi tanpa merasa sulit bertransaksi.
“BI membuat rantai nilai, satu sama lain akan mengikatkan. Rantai ini di satukan dengan label halal,” jelas Dwianto dalam acara ISEF di Jakarta (14/11).
Menurutnya ada empat sisi dimana BI merasa harus mendukung wisata halal di Indonesia, empat sisi tersebut adalah koneksi, akselarasi, koordinasi dab sinergi.
“Harus saling dikoneksikan gar jalannya wisata halal ini bisa dilakukan secara berjamaah,” ujarnya.





