THAILAND – Pemerintah Thailand mengizinkan penggunaan bahan kimia beracun yang kontroversial, glifosat, dan dikritik dari kelompok pendukung konsumen dan kesehatan.
Komite Bahan Berbahaya Nasional (NHSC) menunda pelarangan dua bahan kimia berbahaya lainnya, paraquat dan chlorpyrifos, dalam tempo enam bulan.
Kebijakan ini berbeda dengan keputusan pada 22 Oktober lalu, yang akan melarang herbisida paraquat dan glifosat, juga chlorpyrifos pestisida.
Rencana awal, kebijakan pelarangan itu akan berlaku efektif mulai 1 Desember.
Pelarangan dua bahan kimia beracun itu beroleh tentangan keras dari para petani, sehingga Departemen Pertanian mengusulkan penundaan pelarangan enam bulan saja.
Sementara glifosat boleh digunakan untuk enam jenis tanaman, yaitu jagung, singkong, tebu, karet, kelapa sawit dan buah-buahan. Glifosat tak boleh digunakan di daerah aliran sungai dan zona lingkungan sensitif lainnya.
Petani juga harus menyerahkan bukti penggunaan, termasuk jenis tanaman dan luasan lahan saat membeli bahan tersebut.
Menteri Perindustrian Thailand sekaligus Ketua NHSC Suriya Jungrungreangkit mengatakan komite mengambil keputusan itu berdasarkan informasi dari Departemen Pertanian dan Departemen Kesehatan Masyarakat.
Dua puluh empat dari 29 anggota panel menghadiri pertemuan tersebut, demikian dilansir Anadolu.





