“Kita harus melewati sanksi atau memaksa musuh untuk bertobat, dan pemerintah bertekad untuk menggagalkan rencana ini (sanksi) baik melalui peningkatan produksi dalam negeri dan cara lain yang berbeda seperti negosiasi,” kata Rouhani.
“Tetapi dengan melakukan hal itu, pemerintah akan bertindak sejalan dengan garis merah perusahaan dan tidak akan melewatinya,” tambahnya.
Presiden Rouhani mengatakan Iran tidak punya pilihan lain selain menolak sanksi, tetapi negara itu telah meninggalkan celah untuk negosiasi.
“Kami tidak punya pilihan selain perlawanan dan ketabahan dalam menghadapi orang-orang yang menjatuhkan sanksi, tetapi juga tidak menutup pintu untuk negosiasi,” kata Rouhani.
“Kami percaya bahwa sanksi yang salah dan opresif harus dicabut terlebih dahulu, dan kemudian masalah negosiasi dapat diatasi,” tambahnya.
Di tempat lain dalam sambutannya, Rouhani mengatakan plot AS terhadap negara-negara kawasan akan gagal melalui perlawanan mereka.
“Tidak diragukan lagi, negara-negara Irak, Suriah, Lebanon dan Iran dapat menolak plot mereka (Amerika), dan bangsa Iran telah dan akan menjadi pelopor dalam hal ini,” katanya.





