Ini Kata Mensos tentang Prilaku 18.000 Anak Jalanan

ilustrasi/ Foto:Murianews

MAKASSAR – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebutkan berdasarkan data Kementerian Sosial jumlah anak jalanan mencapai 18 ribu lebih, 70 persennya adalah korban penyalagunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya atau Napza.

“Saya menyampaikan bahwa korban penyalahgunaan Napza pada umur makin anak-anak bahkan balita,” sebutnya saat mengunjungi panti rehabilitasi YKP2N Makassar, jalan Faizal XII, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Dari data tersebut, kata dia, sangat memprihatinkan 70 persen menjadi korban penyalahgunaan Napza terutama penggunaan lem khususnya anak-anak berusia 13 tahun ke bawah.

Dalam kunjungan itu dirinya berinterkasi dengan para residen dan terkuak dari Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) korban penyalagunaan Napza rata-rata masih anak-anak.

“Kalau di IPWL ini, ada korbannya berusia tiga tahun. Ternyata setelah ditanya dikasih kakaknya umur sembilan tahun. Tapi kita tidak bisa mengambil kesimpulan anak umur sembilan tahun kasih adiknya umur tiga tahun, bisa saja itu karena inisiatif dia atau ada yang menyuruh,” ujar Khofifah.

Selain itu pada kasus yang sama, ada pula kakak beradik berada dalam satu panti. Satu umur lima tahun dan satu lagi berumur enam tahun. Ironisnya lem sudah menjadi candu buat mereka.

“Yang ada dipanti sekarang ini umur 12 tahun dan 13 tahun. Saya tanyakan kepada mereka pakai apa nak, katanya pakai lem. Kasus serupa juga saya temukan di Samarinda dan Mimika. Cukup besar jumlah anak-anak ketika mereka di jalan kemudian mengenal lem, itu artinya ini menjadi persoalan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya mengingat kasus pemakaian Napza pada anak-anak usia dini, maka proses rehabilitasi akan terus dilakukan dan diputuskan akan menjadikan Indonesia Bebas Anak Jalanan pada 2017 mendatang.

Halaman Berikut : REHABILITASI 15.000 PECANDU

Advertisement