Ditengah Bencana Longsor dan Banjir, Ali Tetap Semangat Menggembala

CISARUA –  Ali Ahsan (54), warga Kampung Nyungcung, Desa Malasari yang terdampak longsor tetap menggemala kerbau miliknya, meski Ali dan keluarga harus mengungsi di kampung sebelah, tepatnya di Kampung Legok Kiara, Desa Cisarua, sejak Jum’at (3/1/2020).

Sejak rumahya diterjang longsor, Ali ikut dievakuasi bersama  warga kampung Nyungcung oleh tim respon DMC, dan Ali turut membawa kerbau-kerbaunya ke tempat pengungsian.

“Kemarin setelah warga Nyungcung turun ke sini, saya turun belakangan. Soalnya bawa 4 kerbau juga,” ceritanya.

Setelah memastikan istri dan anak-anaknya aman di tempat pengungsian, Ali beranjak mengurus kerbau-kerbaunya, karena tak mungkin meninggalkan hewan-hewan yang jadi mata pencahariannya tersebut.

“Kerbau-kerbau tersebut harus saya bawa. Memang pekerjaan saya ya penggembala kerbau. Ini juga bukan punya saya saja. Beberapa punya orang yang dititipkan ke saya untuk digembala,” lanjutnya.

Selain digembala untuk mendapat bagi hasil dari si pemilik, Ali juga memiliki kerbaunya sendiri untuk diajaknya membajak sawah. Selain penggembala kerbau, Ali juga bekerja sebagai pembajak sawah milik warga di Kampung Nyungcung.

Dipantau tim dompet dhuafa, Muthohar, keadaan bencana longsor dan hujan deras tak menyurutkan semangat Ali untuk tetap menggembala kerbau. Dengan berpakaian lengkap, sepatu boot, baju hangat, jas hujan dan topi, Ali siap menerjang segala kondisi cuaca.

Advertisement