Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Laznas Yatim Mandiri dalam Kembangkan Wisata Durian di Desa Jarak

Sampai Senin (3/9) sudah ada 19 Pasien Dalam Pemeriksaan (PDP) termasuk tiga WNA di Indonesia. Covid-19 sudah mewabah di 90 negara.

JOMBANG –  Laznas Yatim Mandiri dan Dompet Dhuafa melakukan kolaborasi untuk memberikan akselerasi terhadap optimalnya program pengembangan potensi di Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, salah satunya dengan mengembangkan potensi kebun durian.

Udhi Tri Kurniawan, selaku GM Ekonomi dan Lingkungan Dompet Dhuafa mengatakan, selama ini wisata durian masih dimanfaatkan secara langsung, tanpa pengolahan terlebih dulu.

“Akibatnya durian yang menjadi daya tarik wisata hanya dapat diperoleh saat musimnya saja. Padahal jika melalui proses pengolahan, durian bisa datang ke konsumen walau tidak pada musimnya. Perpaduan sumber daya alam (durian) dan alam yang masih asri akan menjadi destinasi wisata yang epic. Selain berdampak pada bertumbuhnya ekonomi. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya pengangguran dikalangan masyarakat desa,” paparnya.

Selain pengembangan ekonomi berbasis durian, dilaksanakan juga program berupa Pos Sehat berupa layanan gratis untuk warga dhuafa dan Sanggar Genius berupa pendampingan belajar untuk anak yatim dhuafa di usia sekolah dasar.

Mundjidah Wahab, selaku Bupati Jombang mengucapkan bnyak terimakasih atas kepedulian Dompet Dhuafa terhadap salah satu Desa di wilayahnya.

“Terima kasih banyak kepada Dompet Dhuafa dan Yatim Mandiri yang sudah menginisiasi program tersebut untuk masyarakat saya di Jombang, khususnya di Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Program tersebut sangat bermanfaat bagi para yatim, bunda yatim dan juga para dhuafa,” ujar Mundjidah Wahab, di sela acara dan peninjauan kawasan Desa Mandiri dan Berdaya di Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement