
DI TENGAH pengerahan segenap dana dan daya untuk memerangi pandemi virus corona galur baru (Covid-19) yang melanda dunia saat ini, pemerintah diharap tidak lengah terhadap pencegahan demam berdarah dengu (DBD).
Covid-19 sendiri sampai Selasa (10/3) sudah menjangkiti 103 negara, menewaskan 4.009 orang dari 114.185 yang terpapar di seluruh dunia, terbanyak di China, namun yang menggembirakan, lebih separuh pasien yang terinfeksi (62.841) dinyatakan sembuh.
Di luar China, Itali menempati angka korban meninggal tertinggi yakni 463 orang dari 9.172 pasien terinfeksi Covid-19, disusul Iran (237 meninggal dari 7.161 yang terpapar) dan Korea Selatan dengan korban meninggal 53 orang dari 7.487 yang terpapar Covid-19.
Indonesia sendiri, sampai (10/3) tercatat 27 pasien positif terinfeksi Covid-19, sebagian besar berkaitan dengan kasus pasien 1 dan 2 (ibu dan puterinya serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengan keduanya), seorang awak kapal pesiar Diamond Princess dan lainnya di sejumlah daerah termasuk tiga WNA.
Sebaliknya, data Kemenkes menyebutkan, sudah 100 orang dari 28 provinsi di Indonesia tewas akibat DBD antara 1 Januari hingga 8 Maret 2000 akibat lambannya aksi pencegahan dan penanganan dan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini.
“Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan penyembuhan pasien DBD, “ ujar Menkes Terawan Agus Putranto. Pasien terduga DBD harus segera dilarikan ke pusat layanan kesehatan katanya saat meninjau RSUD TC Hillers, Maumere, Sikka, NTT (3/9).
Kematian tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Barat (32), disusul Jawa Barat (15), Jawa Timur (13), begitu pula angka tertinggi kasus korban yang terpapar DBB ditempati NTB (2.713 kasus), disusul Lampung (1.387) dan Jatim 1.761.
Sedangkan di NTT sendiri, Kab. Sikka dengan jumlah korban meninggal terbanyak (14) dari 1.197 kasus waga terpapar DBD, sudah ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB).
Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, program pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypty yang menjadi vektor penyebab DBD melalui fogging, mendesak dilakukan.
Nadia juga menyebutkan rendahnya tingkat kebersihan lingkungan masyarakat, misalnya jarang membersihkan tempat penampungan air yang menjadi sarang dan berkembangnya jentik nyamuk.
Namun Bupati Kab. Sikka Fransiscus Roberto Dogo mengaku bahwa pihaknya sudah memberikan arahan pada masyarakat untuk membersihkan lingkungan, walau pun sejauh ini belum masif.
Awas!, jangan lengah, penyebaran DBD juga perlu penanganan cepat.




