Ridwan Kamil: Warga Bekasi yang Meninggal di Cianjur Positif Corona

Ilustrasi pemeriksaan virus corona/ tempo.co

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pasien Cianjur, yang telah meninggal dunia dan sempat dinyatakan negatif ternyata positif terpapar COVID-19.

“Yang dulu disampaikan bupati Cianjur, ternyata data terakhir yang kami terima, pasien positif. Kemudian dua (pasien) di Kabupaten Bekasi adalah isteri dan anak dari pasien Cianjur. Itu juga positif,” jelasnya.

Diketahui pasien yang meninggal di Cianjur tersebut merupakan warga Kabupaten Bekasi dan  seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahun.

Dia dilaporkan mengunjungi Malaysia pada pertengahan Februari, dan mengalami Demam dan batuk ketika kembali ke Indonesia. Pria itu pun sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Bekasi.

Belum sembuh total, pasien kemudian ke Cianjur untuk mengunjungi kerabatnya. Kondisi kesehatan pria itu pun menurun dan dia dilarikan ke Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur. Dia sempat dirawat di ruang isolasi sejak 1 Maret sebelum akhirnya meninggal dunia pada 3 Maret.

Pria itu sempat menyandang status suspect corona. Namun dia belum sempat dirujuk ke RS Hasan Sadikin di Kota Bandung. Dinas Kesehatan Cianjur sempat mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa.

Sehari setelah pasien meninggal, Kementerian Kesehatan dan Gubernur Jawa Barat mengumumkan pasien tersebut negatif corona.

Namun dia belum sempat dirujuk ke RS Hasan Sadikin di Kota Bandung. Dinas Kesehatan Cianjur sempat mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa.

Sementara itu Jawa Barat mencatat total 6 pasien COVID-19. Angka ini terdiri atas kasus 1 dan 2 di Depok, anak dan isteri dari pasien Cianjur, 1 orang di Bandung, dan 1 orang di Cirebon. Pasien Bandung dan Cirebon kini dalam perawatan isolasi di rumah sakit.

Emil mengatakan, seperti dilansir VOAIndonesia, saat ini terdapat 706 orang yang dipantau karena aktivitas. Terdiri atas 256 yang sudah selesai isolasi pribadi, dan 448 yang masih menjalankan isolasi pribadi.

 

Advertisement