JAKARTA, KBKNEWS.id — Sebuah fakta mencengangkan terungkap dari peristiwa dua asisten rumah tangga (ART) yang terjun dari lantai 4 rumah kos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Akses menuju lantai tersebut ternyata tidak terbuka bebas, melainkan ditutup dengan kerangkeng besi dan digembok berlapis.
Warga sekitar, Tejo (28), mengatakan ia sempat naik bersama sejumlah warga, penjaga kos, dan polisi untuk mencari pemilik kos yang diduga berada di lantai atas. Namun, langkah mereka terhenti di depan tangga menuju lantai 4.
“Dari lantai bawah sampai lantai tiga normal, tapi begitu mau ke atas, tangganya masuk ke dalam kerangkeng besi dan pintunya digembok,” kata Tejo, dilansir kompas.com.
Ia menyebut setidaknya ada empat gembok yang mengunci akses tersebut, masing-masing berada di bagian atas, tengah, dan bawah pintu. Kondisi itu membuat siapa pun tidak bisa leluasa naik ke lantai 4.
Warga dan petugas sempat berniat membongkar paksa kunci dengan alat, namun rencana itu dibatalkan. Upaya menghubungi pemilik kos juga tidak membuahkan hasil meski telah dilakukan berkali-kali oleh warga maupun penjaga.
Sebelum kejadian, Tejo mengaku sempat berbincang dengan salah satu korban, R, yang sudah tergeletak usai terjatuh. Dalam percakapan itu, terungkap bahwa ponsel milik ART tersebut tidak berada di tangan mereka karena disita oleh majikan.
Peristiwa ini memunculkan tanda tanya besar terkait kondisi di lantai 4 kos tersebut, termasuk dugaan adanya pembatasan kebebasan terhadap para pekerja yang tinggal di sana.





