Agar Tak Gagap dalam Pemulasaran Jenazah Covid-19 Tim Barzah Berikan Pelatihan

Pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Foto:Barzah DD

JAKARTA – Banyak yang belum tahu cara untuk menyelenggarakan jenazah orang yang terpapar virus Covid-19. Karena wabah ini baru berjangkit dan tiba-tiba langsung meluas, serta mematikan banyak orang membuat orang yang biasa menyelenggarakan jenazah, pihak rumah sakit dan keluarga jadi gagap dalam pemulasaraan jenazah penderita penyakit Corona tersebut.

Seperti dikutip dari Kompas, Rabu (25/3/2020) beredar video yang mengambarkan keluarga dan pelayat membuka dan melihat jenazah seorang perempuan yang berstatus pasien dalam pengawasan Covid-19 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Video ini menjadi viral di media sosial.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Rabiul Awal menyayangkan sikap keluarga yang tidak mematuhi prosedur pemulasaran jenazah dengan standar korban terinfeksi Covid-19, seperti yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO), meski korban masih berstatus PDP.

Akibatnya, satu kampung yang terlibat pemulasaran jenazah itu diisolasi oleh pemerintah setempat dan dilakukan tes Covid-19. Keluarga maupun warga yang melayat secara otomatis langsung masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan wajib mengisolasi diri di rumah.

“Kalau positif, masuk kategori ODP, isolasi diri, utamanya yang kontak langsung. Jadi, sudah koordinasi antara Dinkes Kabupaten Kolaka maupun Provinsi untuk melakukan pendataan atau mencari warga yang datang melayat,” tegas dr. Rabiul Awal.

Tidak mau kejadian seperti ini terulang, Tim Barzah Dompet Dhuafa yang selama ini memberikan layanan dan edukasi pemulasaran gratis kepada ummat, terpanggil untuk mengedukasi bagaimana penyelenggaraan jenazah orang yang diduga dan sudah positif terpapar virus Covid-19.

Pelatihan dilakukan di Rumah Sakit RST Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, ba’da Jumat (27/3/2020). Pesertanya perawat RS RST Dompet Dhuafa sebagai rumah sakit Pra Rujukan di Wilayah Bogor Utara.

“Materinya, mulai pengkafanan sampai kepada pengkemasan dalam peti. Tim RST juga dilatih agar dapat memberi penjelasan kepada keluarga duka agar dapat mematuhi dan memaklumi aturan dalam pemulasaran jenazah Covid 19 ini,” terang Ustad Madroi, Kepala Layanan Barzah Dompet Dhuafa yang juga sebagai pemateri di pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19 tersebut.

Dilanjutkan Madroi, Tim Barzah Dompet Dhuafa bersedia memberi edukasi ke pihak rumah sakit lainnya yang membutuhkan pengetahuan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 secara Islam.

Advertisement