Covid-19 Dekatkan AS dan China

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping saling telpon JUmat lalu (27/30) membahas kerjasama memerangi wabah Covid-19. Virus ternyata mampu menjembatani kedua negara yang selama ini jadi seteru bebuyutan.

DUA raksasa dunia, Amerika Serikat dan China yang selalu berseberangan dan bersteru dalam perebutan hegemoni politik global,  saling mendekat di tengah ancaman nyata melawan pandemi Covid-19.

Dalam pembicaraan telpon dengan Presiden AS Donald Trump, Jumat(27/3), Presiden China Xi Jinping menyampaikan niatnya untuk membantu AS menghadapi penyebaran virus corona galur baru itu.

Saat ini China sudah beranjak dari puncak wabah, ditandai dengan menurunnya jumlah korban rata-rata per hari dan kebijakan lockdown terhadap kota Wuhan yang jadi epicenter pandemi secara bertahap dilonggarkan, namun lonjakan jumlah korban terjadi di bagian dunia lainnya.

Jumlah korban terbesar (sampai 27/3), bergeser dari China (3.285) ke Itali (9.134), disusul Spanyol (3.434), Iran (3.378) dan AS (1.259) dari sekitar 85.000 warganya yang terpapar.

Seperti dilaporkan CCTV, Presiden Xi berharap agar AS mengambil langkah substantif guna meningkatkan hubungan dengan negaranya  dan menyerukan kerjasama dalam memerangi Covid-19.

“Kami siap berbagi informasi dan pengalaman dengan AS, “ seru Presiden Xi seraya menambahkan, sejumlah industri di China sudah menyiapkan alat-alat kesehatan yang diperlukan AS untuk menanggulangi wabah Covid-19.

Gayung bersambut, Presiden Trump mengakui ia sudah berbincang-bincang dengan Xi dan mengapresiasi serta menghormati mitranya itu.

Menurut Trump, China telah meliwati pengalaman berharga dan lebih memahami virus ini dan mereka berdua saling menaruh hormat.

Sebaliknya, menurut CCTV, Xi menilai, hubungan China dan AS dan kerjasama saling menguntungkan merupakan pilihan tepat. China dan AS yang sebelumnya terlibat perang dagang, juga saling lontar kata-kata terkait wabah Covid-19.

Presiden Trump dan Menlu AS Mike Pompeo membuat berang pejabat Beijing karena berulang kali  menyebutkan “virus China” atau “virus Wuhan” dalam setiap pernyataannya terkait isu Covid-19.

Sebaliknya, Kemlu China menuding militer AS lah yang membawa virus tersebut ke China, sehingga pernyataan ini juga direspons Presiden Trump dengan menyebutkan, China menyebarkan kabar bohong atas ketidakmampuannya menanggulangi Covid-19.

Bahu-membahu penanggulangan pandemi Covid-19 tidak saja ditandai peredaan ketegangan antara AS dan China, juga diantara negara anggota G-20 yang menggalang dana lima triliun dollar AS guna menstimulasi perekonomian dunia yang nyaris lumpuh.

Semoga pandemi Covid-19 menjadi hikmah, terjalinnya kerjasama erat diantara seluruh negara untuk mengatasi persoalan dunia dan mewujudkan perdamaian. (AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement