Kasus Corona Capai 263, Gaza Kekurangan Alat Diagnosis COVID-19

Ilustrasi Rumah sakit di Gaza minim fasilitas dan membuat warga harus pergi keluar untuk pengobatan, namun Israel kerap tidak memberi izin
GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Jalur Gaza menghadapi kekurangan peralatan yang parah untuk mendiagnosis virus corona.

Juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra mengatakan laboratorium pusat di Gaza telah menghentikan pengujian setelah kehabisan kit deteksi coronavirus.

Padahal menurutnya puluhan sampel masih menunggu untuk diperiksa, danĀ  44% obat-obatan, 31% bahan habis pakai medis dan 65% persediaan laboratorium juga telah habis.

Dia mengatakan 1.018 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

Warga Palestina yang kembali ke Kota Gaza dari luar negeri ditahan di karantina selama 21 hari di sekolah, hotel dan pusat kesehatan.

Perjuangan Gaza melawan pandemi coronavirus telah dihancurkan oleh blokade 13 tahun Israel, yang telah menyebabkan kekurangan obat-obatan dan peralatan.

Blokade telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas 2 juta penduduknya dari gerakan bebas masuk dan keluar dari Gaza, mencegah masuknya banyak fasilitas dasar.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan, sebagaimana dilansir Anadolu,Ā  dua kasus virus corona baru pada hari Rabu, sehingga totalnya menjadi 263, termasuk 13 infeksi di Jalur Gaza.

Kemudian pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa total 500 warga Palestina yang tinggal di berbagai negara telah terinfeksi virus sementara 23 warga negara Palestina yang tinggal di luar negeri telah meninggal karena pandemi.

Advertisement