BANGKA BELITUNG – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menggunakan aplikasi Fight COVID-19 buatan pemuda setempat untuk melacak pergerakan pendatang dari daerah lain .
Staf Khusus Gubernur Bangka Belitung Prof Dr Ir Saparudin menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya pendatang yang masuk ke wilayah Bangka Belitung akan diminta memasang aplikasi tersebut dan mengenakan gelang penanda.
“Tim kita harus ke sana melakukan pemanduan pada mereka yang masuk untuk install (pasang) aplikasi, pasang gelang, supaya bisa terus terpantau. Kami harapkan mereka tetap ada di rumah, supaya kalau mereka carrier (pembawa virus), tetap ada di rumah selama 14 hari,” kata Saparudin, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat.
Pengembang aplikasi Fight COVID-19 Ahmad Alghozi mengatakan, seperti dilansir Antara, GPS yang ada di perangkat telepon seluler digunakan untuk mendukung kerja sistem pelacakan pendatang, orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien positif COVID-19 yang tanpa gejala.
Aplikasi Fight COVID-19 buatan Alghozi dengan tiga rekannya akan meminta persetujuan pengambilan data GPS untuk memantau pergerakan orang yang hendak dipantau dan data pergerakan mereka akan disimpan dalam server yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
Pendatang yang masuk ke Bangka Belitung juga diminta mengenakan gelang penanda. Menurut Alghozi, gelang penanda untuk pendatang bisa menimbulkan efek psikologis bagi orang-orang yang dipantau sehingga mereka menahan diri untuk keluar rumah dan disiplin menjalani karantina mandiri selama 14 hari setelah hari kedatangan dari luar daerah.





