
PASCA merebaknya spekulasi tentang kematian pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un yang tidak tampil di publik sejak medio April lalu, nama-nama calon penggantinya mulai bermunculan.
Sejauh ini tidak ada pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah Korut tentang kondisi Kim Jong Un pasca menjalani operasi jantung yang diidapnya di suatu RS di kawasan Gunung Myohyang, Prov. Pyongan Utara (13/4).
Kim Jong Un, menurut Media Singapore Mothership mengutip the Sidney Morning Herald menyebutkan, Kim Jong Un tampak berjalan-jalan untuk menginspeksi pembangunan resor wisata di Wonsan, kota pelabuhan di sisi timur Korut beberapa hari lalu.
Kantor Berita Yonhap milik negara serumpun Korut yakni Korsel yang juga musuh bebuyutan negara itu, dalam pemberitaannya juga menyebutkan, sejauh ini belum tampak adanya gerakan luar biasa di Korut terkait kesehatan Kim Jong Un.
Presiden AS Donald Trump yang negaranya juga menjadi musuh utama Korut berharap agar pemimpin Korut itu baik-baik saja dan sejauh ini juga ia tidak yakin, kondisi Kim Jong Un serius karena pemberitaan yang muncul berasal dari dokumen lama yang diangkat lagi.
Spekulasi tentang kematian Kim menyebar ke penjuru jagat terutama karena ketidak hadirannya pada peringatan HUT almarhum kakeknya yang juga pendiri Korut, Kim Il Sung, 15 April lalu, padahal sehari sebelumnya ia masih memimpin rapat kabinet.
Sejumlah analis memperkirakan, adik perempuannya , Kim Yo Jong (31) yang sering mendampingi Kim d iacara-acara kenegaraan termasuk pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi dan Singapura beberapa waktu lalu merupakan calon kuat untuk menggantikan Kim Jong Un jika ia berhalangan tetap atau meninggal.
Yo Jong saat ini merupakan salah satu anggota politbiro pemerintahan kakaknya tersebut dan juga menjabat wakil direktur agitasi dan propaganda Partai Buruh Korea Utara.
Membicarakan suksesi kepemimpinan adalah hal tabu di Korut yang serba tertutup. Selain Kim Yo Jong, tokoh lain yakni Choe Ryong Hae yang menjabat Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat untuk menggantikan Kim Jong Un.
Nama lainnya, Park Pong Ju, salah satu politbiro Partai Komunis Korut dan mantan menteri negara, kemudian bibi Kim Jong un, Kim Kyong Hui yang pernah berada di lingkar kepemimpinan saat ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il berkuasa, namun sejak suaminya, Jang Song Thaek dieksekusi oleh Kim Jong Un pada 2013 ia tidak begitu mendapat peran.
Ada lagi kakak Kim Jong Un yakni Kim Yong Chol, tetapi agaknya ia lebih tertarik pada kegiatan musik ketimbang politik, sementara anak tertua Kim Jong Un (memiliki tiga anak), baru berusia 10 tahun.
Kepemimpinan kolektif kemungkinan juga diberlakukan jika Kim Jong Un meninggal, selebihnya, sukar diprediksi apa yang bakal terjadi di Korut yang merupakan benteng terakhir komunis yang diperintah dengan tangan besi dan serba tertutup.
Bisa saja suksesi kepemimpinan turun-temurun dinasti Kim akan berjalan mulus atau muncul kebangkitan baru yang akan memporak-porandakan tatanan dan struktur lama seperti terjadi juga di bagian dunia lainnya?
Tidak ada yang pasti di dunia ini, kecuali ketidak pastian itu sendiri. (Reuters/AP/AFP/ns)




