
JAKARTA – (KBKNES) – 31/7 – MILISI Hamas dan fraksi-fraksi lainnya mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel secara menyeluruh di Jalur Gaza.
Dengan kesepakatan atersebut seperti dilaporkan Anadolu dan Al Jazeera dari Gaza (31/7), pasukan Israel akan menarik diri secara bertahap dari wilayah itu.
Pengumuman krusial ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (30/7) yang menyebut, kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah menuju perdamaian dan keamanan di kawasan.
Presiden ke-45 dan 47 AS itu menjelaskan, proses pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel akan dijalankan melalui skema yang terencana.
“Kesepakatan akan dilaksanakan dalam tahapan terstruktur dengan cermat. Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan mundur, dan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza bagi penduduknya dan tetangganya,” tulis Trump dalam unggahan di medsos Truth Social, dikutip Al Jazeera.
Ia menekankan, kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam mengimplementasikan rencana 20 poin miliknya untuk Gaza. Wilayah tersebut nantinya bakal dikelola oleh entitas kepemimpinan baru.
“Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza akan berada di tangan otoritas Palestina baru yang melayani rakyatnya,” tegas Trump, dan menyebutkan, pemerintah baru akan bekerja sama erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina.
Konfirmasi mengenai poin utama kesepakatan ini juga datang dari pihak Hamas.
Pejabat senior kelompok tersebut membenarkan adanya kesepakatan yang mengatur skema senjata hingga skenario penarikan tentara Israel.
“Kesepakatan telah tercapai mengenai masalah senjata… Selanjutnya, kesepakatan tercapai mengenai penarikan bertahap (Israel dari Gaza)” dari Jalur Gaza, kata pejabat senior Hamas.
Kendati pengumuman resmi dan konfirmasi dari Hamas telah beredar, hingga saat ini belum ada pernyataan langsung yang dikeluarkan oleh Israel.
Trump apresiasi Mesir, Qatar dan Turkiye
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turkiye atas peran aktif mereka dalam memediasi proses diplomasi ini.
Dia menyebutkan bahwa kolaborasi antara negara-negara mediator dan tim pemerintahannya berhasil melahirkan terobosan bersejarah.
“Setahun yang lalu terjadi perang sengit, krisis kemanusiaan, dan sandera yang ditahan dalam penahanan brutal. Kami telah mencapai kemajuan bersejarah dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu.
Gencatan senjata ini ditengahi berdasarkan rencana 20 poin Trump untuk Gaza, di bawah pengawasan BoP yang diketuai langsung oleh Trump.
Perang genosida Israel di Gaza bermula dari serangan lintas batas yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Lebih dari 73.000 warga Palestina tewas 174.000 lainnya terluka, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Disamping itu, 90 persen infrastruktur wilayah tersebut rusak.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel terus melancarkan serangan di seluruh Gaza, mengakibatkan 1.214 warga Palestina tewas, 3.977 lainnya luka-luka (mayoritas perempuan dan anak-anak), serta memperluas kerusakan. (Al Jazeera/ Anadolu/ Kompas.com/ns)




