Krisis Pengungsi, Uni Eropa Kembali Iming-imingi Turki

Ilustrasi para pemimpin negara-negara Uni Eropa / telegraph

BRUSSELS—Para pemimpin Uni Eropa (UE) kembali berusaha meyakinkan Perdana Menteri Turki untuk membantu mengakhiri krisis pengungsi di Eropa. UE menawarkan sejumlah konsesi, mulai dari keuangan hingga politik.

“Negosiasi dengan Turki besok (Jumat) tidak akan mudah,” kata Kanselir Jerman Angela Merkel, yang merancang garis besar rencana kesepakatan dengan Turki. Demikian dikutip dari Channel News Asia, Jumat (18/3/2016).

Para pemimpin Eropa sendiri meragukan kesepakatan yang akan dicapai dengan Turki. “Kami berada di jalur yang benar tapi kami belum sampai di sana,” kata Presiden Prancis Francois Hollande kepada wartawan setelah hari pertama pembicaraan di Brussels. “Saya tidak bisa menjamin akhir yang bahagia,” seraya menambahkan.

Dalam pembicaraan di sesi makan malam, para pemimpin EU memberi mandat kepada negosiator untuk mencari jalan sepakat dengan Turki. Mereka menginginkan Turki mengambil kembali semua pengungsi yang sudah mendarat di lepas pantai Yunani. Sebagai imbalannya UE akan mengambil pengungsi Suriah langsung dari Turki, meningkatkan bantuan untuk Suriah, serta mempercepat proses keanggotaan Uni Eropa bagi Turki, dengan skema bebas visa bagi warga Turki yang akan ke Eropa.

Poin-poin ini menuai keraguan dan bahkan penolakan. Perdana Menteri Belgia Charles Michel misalnya, ia mengatakan penyelesaian krisis ini tidak bisa hanya dengan meng-outsourching-kan ke Turki.
Tepat di luar arena KTT, kelompok pembela HAM, Amnesty International membentangkan spanduk besar “Jangan perdagangkan pengungsi. Hentikan kesepakatan.”

Ketua KTT, Donald Tusk dijadwalkan akan memulai negosiasi dengan PM Turki, Ahmet Davutoglu di Brussels Jumat (18/3) pagi.

 

Advertisement