TEPIN BARAT – Para pejabat Palestina mengancam jika Israel melakukan aneksasi di Tepi Barat, mereka akan langsung mendeklarasikan sebuah negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Para pemimpin mengatakan telah menyerah atas proses perdamaian dengan Israel, dan kini akan memperjuangkan pengakuan internasional.
Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan, Israel membuat kesalahan jika melanjutkan rencananya untuk mencaplok Lembah Yordania dan wilayah sepanjang Laut Mati utara di Tepi Barat.
Lembah Yordania, katanya, yang membentang di perbatasan timur dari Tepi Barat di sepanjang perbatasan dengan Yordania, sangat penting bagi masa depan negara Palestina.
“Wilayah itu adalah penghasil sayuran untuk Palestina. Luas Lembah Yordania 1622 kilometer persegi. Lembah Yordania meliputi 28 persen dari Tepi Barat. Lembah Yordania adalah perbatasan kami dengan Yordania, jadi aneksasi ini bagi kami adalah ancaman terhadap keberadaan kami (ancaman eksistensial).”
Dia melanjutkan, pihaknya menunggu dan menekan Israel untuk tidak menganeksasi. “Jika Israel akan mencaploknya setelah tanggal satu Juli, kami akan beralih dari Otoritas sementara Palestina ke sebuah bentuk negara. Dari situ kami menuju ke tahap berikutnya,” tandas Shtayyeh.
Shtayyeh menggambarkan tahap berikutnya untuk menciptakan negara Palestina sesuai perbatasan sebelum tahun 1967 yang berarti, sebuah negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
“Itu berarti akan ada dewan pendiri, akan ada deklarasi konstitusional, dan Palestina akan berada di perbatasan seperti tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Kami akan meminta masyarakat internasional untuk mengakui fakta ini. Seperti itulah sikap kami dan seperti yang telah dikatakan, saya pikir dunia dan kami harus menghadapi kenyataan yang ada,” tambahnya, dikutip VOA.




