JANEPONTO – Tim respon bencana Dompet Dhuafa Cabang Sulawesi Selatan langsung terjun ke kawasan terdampak terjadinya banjir dan longsor di Kabupaten Janeponto.
Banjir bandang pada Jumat sore dilaporkan menyebabkan satu korban jiwa, dua korban hanyut dalam pencarian, empat rumah tertimbun longsor di Dusun Tokka Desa Pallantikang Rumbia, tiga rumah hanyut di Dusun Paloe Desa Rumbia, dan dua rumah rusak parah, juga 10 ternak sapi hanyut.
Tim Respon Dompet Dhuafa Sulsel di lapangan, Syarif, menyampaikan, berdasarkan info dari assessement yang didapatkan, diduga hujan deras mengakibatkan debit air Bendungan Kareloe mengalami peningkatan di level 150 dari batas normal 100.
“Hujan deras yang mengakibatkan debit air Bendungan Kareloe mengalami peningkatan di level 150 dari batas normal 100″, sebut Syarif, dilansir dompetdhuafa.org.
Lokasi-lokasi yang terdampak di antaranya Rumbia, Turatea, Tarowang, Binamu, Tamalatea, Desa Rumbia, Desa jombe, Desa Sepanang, Munthe, Desa Tino, Desa Lebang Manai, Kel Balang,dan Desa Pallantikang.
Dompet Dhuafa bersama Tim SAR melakukan evakuasi dan pencarian warga yang masih hilang. Di kondisi yang sama, tim Dompet Dhuafa lainnya membuka pos sehat dan pos hangat untuk para warga yang sudah berhasil dievakuasi.





